22 Juli, 2010

Gila cinta ala Al-hallaj

Alhamdulillah sampai juga kita pada malam ke-21 bulan ramadlan, sambil menunggu-nunggu siapa tahu Datin Laili dan Tun Qodar (lailatul qodar)datang, beberapa orang ngobrol di tasik sambil menikmati secangkir kopi panas. Kebetulan tema yang lagi in adalah tentang Al-hallaj. Para peserta keberatan kalo menggunakan bahasa rasululloh (red: arab) apalagi bahasa persi bisa salah paham. Tidak satupun yang berani menggunakan bahasa matematika ala P. catur karena takut rambutnya pada keriting atau rontok alias dapet gelar PhD (permanently hair damage ) he.he....

Wah, kalo gitu kita guna aja bahasa wartas,
A: wartas, apa itu?
B: warung tasik, he.he.
C: setuju, bahasa yang gini, kita orang pada paham, kan?
Okelah kita gunakan bahasa wartas aja. Kita beri judul
Gila Cinta ala Al-halaj

Dulu ada hamba sebut saja Al-halaj. Saking jatuh cintanya pada Alloh, maka tidak hanya ngelindurnya dia sebut Alloh-Alloh-Alloh, sampai-sampai saat sadar (tidak tidur) kata itulah yang keluar dari mulutnya. Pernah Al-halaj mengetuk pintu rumah tetangganya, dan ketika tuan rumah bertanya, siapa?
Al-hallaj menjawab “Alloh”, kontan saja tuan rumah jadi bingung?@#@ wah gila Al-halaj

Suatu saat yang lain Al-halaj berpapasan dengan orang, sebut saja fulan, lalu fulan bertanya, siapa ke awak ni?
Al-hallaj pun menjawab “Anal Haq”
A: sory, kadit itreng, eh, ora ngerti, opo iku ?
B: iku artine “saya sang hakiki (Alloh)”
C: iya ke? Masak Al-hallaj bilang begitu? Wah sesat dia…
B: Yah, Al-hallaj memang lupa diri (gila). Saking lupanya dia tidak ingat siapa keluarganya, dimana rumahnya, siapa namanya bahkan dia tidak tahu bahwa dia punya jasad. Tapi lupa dirinya disebabkan oleh cintanya pada Alloh.

A: wah, gak boleh diterima, itu berbahaya.
C: setuju, itu sama dengan fir’aun
B: ya, kelupaan diri Al-hallaj membuat geger orang-orang se kota bahkan mungkin se Negara.
D: Terus?....(anggota baru datang, menurutnya asik juga obrolan ini)
B: ya, akhirnya Al-halaj dihukum mati, dengan pertimbangan, ucapannya membahayakan tauhid umat islam waktu itu.
D: jadi pertimbanganya, karena bahaya atau efek samping plus efek depan (JSU, 2008)? Apa itu adil?

B: begini ilustrasinya, Al-halaj menyuguhkan makanan pada bayi-bayi dengan sate atau daging rendang lengkap dengan sambel hijaunya.
A: oh ya?
B: sabar, belum selesai nih. Nah menurut teori kedokteran, katanya, alat pencernaan bayi kan lemah dan akalnya belum bisa membedakan mana yang baik dan yang tidak. Jadi bahaya kalo para bayi memakan sate yang masih panas dilumuri bumbu dan sambel apalagi dimakan dengan tusuknya sekalian, ya bisa modar (mati)…..
C: begitu ke?
B: kira-kira…he.he.he....(orang saye juga belum ketemu Al-halaj he.he.he..)…

A: jadi bagaimana-bagaimana orang lupa diri itu bahaya, ke?
B: ya, karena omonganya tidak boleh di dengar oleh orang awam. Bisa salah faham. Tapi ngomong-ngomong tentang lupa diri, mungkin saya, dan kebanyakan manusia juga lupa diri, tapi dengan sebab yang berkebalikan dengan Al-halaj
D: maksudnya?
B: maksudnya, lupa diri karena tidak mencintai Alloh!
D: loh, gimana to ini ceritanya?
A: ya, saya masih ingat, ada suatu hadits yang menyatakan bahwa “belum sempurna iman seseorang yang belum bisa mencintai Alloh dan Rosulnya melebihi kecintaanya pada dirinya sendiri”
C: ah, gak percaya, bagaimana bunyi teks, haditsnya, siapa perowinya, macam mana sanadnya, di kitab Shohih bukhori ke? Muslim ke? Kutubussittah ke? Sehingga bagaimana implikasi hadits tersebut terhadap hukum islam?
A: wah kalo itu, tanya saja pada yang udah bisa mencontoh Rosululloh secara utuh.

B: begini aja, dari pada kita debat tapi tidak faham, sebaiknya kita gunakan bahasa sederhana saja. Kita bayangkan…
D: sebentar-sebentar (sambil menyulut sepuntung rokok lalu menerawang)

B: kita bayangkan berapa besar rahmat Alloh? Oksigen kita hirup tanpa beli, jantung berdetak tanpa diperintah dan darah mengalir dengan lancar.
D: La tukhsuha lah…..
A: apa ertinya? Gune bahasa wartas sahaja
D: maksudnya tidak bisa dihitung or uncountable kata guru bahasa inggris.
B: bayangkan berapa tabung gas oksigen kalo kita harus menggunakanya, berapa duit kalo harus operasi untuk pasang alat pemacu kerja jantung, dan bisa anfal kalo aliran darah tersumbat
A: oh ya, bisa hipertensi or darah tinggi atau stroke.

C: masyaAlloh, yang benar aja (wajahnya langsung pucat, karena minggu lalu dia baru test darah dan kadar kolesterolnya udah di atas ambang batas.....@*&^%$?
D: wah, saya terhitung lupa diri juga ya? Sebentar-sebentar saya tidak mau gila, gimana solusinya, ada yang bisa bantu?
B: ya harus belajar tau diri, berterima kasih dan mencintai Alloh yang telah melimpahkan rahmatnya.

A: bagi yang masih merasa jomblo, eh maksudnye, merasa sendiri tanpa merasakan kehadiran Tuhan, apalagi dicintai dan mencintainya, gimana solusinya?
C: saya ad ide, kita minta Ust Yony untuk membuat surat rayuan atau surat cadangan atau apalah namanya……dia kan jago?
A,B,, D: Gerrrrrrrrr

B: eh, ngomong-ngomong kecintaan kepada Alloh itu termasuk tingkatan tinggi dalam level keikhlasan lho
A: ha.. ikhlas..., apa lagi tu..?
B: ikhlas, makna tulus, bukan name surau. Ikhlas menunjukkan tingginya tingkat ketaqwaan.
C: masak iya,
B: baca aja hikmah di balik kisah rabi’ah adawiyah sang wanita sufi
D: ide baik itu, dari pada diskusi poligami..he. he.he..

C: eh, kita kembali ke topic, gila-gilaan aja. Saya pernah membaca, menurut “teori kegilaan” bahwa dari sekumpulan orang gila, yang paling gila adalah yang merasa tidak gila
D: eh, jangan ngawur, dari mana referensinya?
C: wah kalo Tanya aja ke Bu silvy, dia kan psikolog, tapi kalo tidak bisa juga, tidak usah jadi beban, ntar pening lagi, mikir visa yang gak jadi-jadi aja bisa migraine, apalagi mikir gila? He.he.

Tiba-tiba…

Brroook!!! (suara meja lain digebrak)

Kontan peserta obrolan pada kaget. Rupanya ada preman gila (yang ini gila beneran) datang, dan minta makanan dan uang, kontan aja penjaga kedai (warung) tasik tergopoh-gopoh ngambilkan makanan
Dan uang biar dia tidak semakin berulah.

Byaar, konsentrasi obrolan buyar, kita lirik jam udah jam 2.30 malam, para peserta pada ngacir dan menuju masjid UPM untuk beri’tikaf dll, siap tau Datin Laili dan Tun Qodar sudi mampir malam ini??????

Rehat dulu……………………………………………………………………..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar